Laskar Sakera Persekabpas

The Lassak

Pemain Kembali Keluhkan Gaji

Posted by fisha17 pada Februari 19, 2009

Sarapannya Tahu, Tempe, dan Mendol

Perjalanan Persekabpas menuju perbaikan tim terhambat lagi. Kali ini, para pemain kembali mengeluhkan soal gaji yang belum terbayar. Rata-rata pemain mengaku belum digaji selama tiga bulan. Namun, bagi pemain yang baru direkrut, belum menerima gaji selama dua bulan.

“Bagaimana kami bisa tenang, kalau hak belum kami terima. Latihan fisik, cross country, sprint, fitness dan renang sudah kami lakukan. Tapi, kami belum terima gaji sampai saat ini,” ujar salah satu pemain yang enggan disebutkan namanya.

Para pemain Persekabpas mengakui untuk bisa memberikan harapan pada publik bola Pasuruan akan arti sebuah kemenangan, maka kesejahteraan harus diprioritaskan. Gaji yang mereka terima adalah untuk anak dan keluarga di rumah. “Kami maklum dengan kondisi saat ini. Tapi, kami ini kan punya keluarga yang hanya menggantungkan nasib dari sepak bola ini. Kalau kami tidak menerima gaji, terus keluarga kami makan apa?” cetusnya.

Selama ini, para pemain juga mengaku sempat ngebon ke beberapa teman yang dikenal. Hal ini dilakukan minimal agar pihak keluarga di rumah tidak sampai mengganggu konsentrasi pemain dalam melakukan latihan.

Selain persoalan gaji yang telat, para pemain juga mengeluhkan soal keterlambatan sarapan dan makanan di mess. Mereka rata-rata mengaku jika saat ini sarapan sering telat. “Kami sarapan pukul 10.00 WIB. Padahal, kami kan butuh energi dan fisik agar bisa latihan dengan maksimal. Sudah begitu, lauknya cuma tahu-tempe. Kadang ditambah mendol,” terangnya.

Untuk persoalan makanan, para pemain sebenarnya tidak mau cerewet. Kondisi klub di Indonesia memang rata-rata seperti itu. Namun, untuk sebuah jargon kemenangan, energi seharusnya disupport dari faktor makanan bergizi. “Kalau hanya seperti ini, sulit sekali bisa memberikan harapan bisa menang. Penonton kadang-kadang hanya tahu dari luar, menang dan menang. Tapi, kalau kondisi kami seperti ini, kan susah,” cetusnya.

Sementara itu, manajer Persekabpas, Eddy Paripurna yang dihubungi via telepon kemarin tidak menjawab. Jawaban detail disampaikan asisten manajernya, Abu Bakar Assegaaf.

Menurut Bakar, panggilan Abu Bakar, mengakui kalau ada keterlambatan gaji. Ia juga sudah menyampaikan hal itu pada manajernya dan bapaknya Sakera, Dade Angga. “Saya sudah sampaikan ke Pak Eddy dan bapaknya Sakera. Paling tidak ada terobosan untuk bisa mengusahakan finansial secepatnya. Minimal untuk biaya operasional lebih dulu,” cetus Bakar kemarin.

Bakar mengklarifikasi jika pemain tidak sejahtera. Menurutnya, selama ini pihaknya juga sudah mengusahakan agar bisa ditalangi sumber dana non pemerintah. “Kami kemarin juga sudah mengusahakan uang Rp 50 juta agar dibagi pada pemain. Itu setelah mereka menang atas PSS Sleman. Saya kira pemain juga harus maklum dengan kondisi ini. Untuk makan, beli sepatu, TC, atau perjalanan pulang pergi pemain, kita sudah usahakan semaksimal mungkin,” cetusnya.

Soal sarapan yang sering telat, Bakar membantah hal itu. Menurutnya, ia yang ditugasi masalah pembayaran pada urusan logistik pemain sudah mengontrol juru masak di mess. “Nggak ada itu. Siapa yang bilang? Masakan selalu siap pada waktunya. Kalau ada kekurangan lauk, ya itu wajar. Karena kondisinya memang seperti ini,” tegas Bakar.

Hanya, Bakar juga berharap agar ada celah untuk bisa membuat kondisi Persekabpas ini menjadi lebih baik. Apalagi, ketika APBD sudah didok DPRD pada akhir Januari lalu, maka diharapkan sebagian dana APBD mengurucuk ke KONI. Lalu, KONI ke Pengcab, termasuk Pengcab PSSI. Dan barulah, dari Pengcab PSSI menyalur ke Persekabpas. “Dan kalau ini tidak segera ditangani oleh pihak-pihak yang di atas sana, saya khwatir latihan ini bisa bubar. Jadi, saya mohon ini juga bisa mendapat perhatian. Ini kan sudah didok, kan tinggal mencari dana talangan atau terobosan saja, masak nggak bisa,” terang Bakar. (day)

Sumber: jawapos.co.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: