Laskar Sakera Persekabpas

The Lassak

Kedua Tim Bermain 10 Orang

Posted by fisha17 pada November 17, 2008

PASURUAN – Persekabpas harus legawa. Ambisi untuk bisa lolos dari babak 48 Copa Dji Sam Soe 2008 dibuyarkan tim tamu, Persik Kediri. Tim berjuluk The Lassak ini harus mengakui tim sarat pengalaman, Persik dengan skor 0-1.

Padahal, dalam first leg sebelumnya, pasukan Abdul Muntholib berhasil menahan imbang Persik di Kediri, 1-1. Itu berarti, Heri Iswanto dkk sebenarnya cukup bisa menahan skor tanpa gol, ketika bertanding di Stadion R Soedrasono, Pogar, sore kemarin.

Namun, harapan itu sirna, ketika striker muda Persik, Yongki Ari Wibowo mengagetkan ribuan Sakeramania-julukan suporter Persekabpas saat pertandingan belum sampai memasuki menit pertama. Yongki berhasil memanfaatkan umpan silang Khusnul Yuli hanya pada saat pertandingan memasuki 32 detik. Tanpa pengawalan yang ketat, Yongki menyontek si kulit bundar dengan salto dan mengarah ke pojok kiri gawang Ari Kurniawan.

Gol cepat ini menjadikan ofisial dan ribuan Sakeramania terdiam. Mereka seolah tak menyangka, tendangan salto mantan top skor Persik Jr ini berhasil merobek gawang Ari Kurniawan. “Anak-anak kurang konsentrasi pada menit-menit awal. Mereka kecolongan. Masak empat pemain tidak ada satupun yang menjaga satu pemain tadi,” sesal Abdul Muntholib, pelatih Persekabpas usai pertandingan, kemarin.

Ketinggalan 0-1, membuat skuad Persekabpas menaikkan tempo. Beberapa kali peluang untuk membalas keadaan sempat terjadi. Bombardir dari duet Ibnu Suhadak dan Ferry Liga Saputra kerap mengancam gawang Wahyudi. Hanya, tembok pertahanan Persik yang dikawal Hamka Hamzah, Sulis Budi dan Wawan Widiantoro sulit ditembus.

Sering ditekan, membuat para pemain Persik mencoba bermain keras. Awal kekerasan itu dimulai ketika dua pemain, Saktiawan Sinaga (striker Persik) dan Zainuri (defender Persekabpas) terlihat adu mulut, setelah keduanya saling berjatuhan di menit 15. Kondisi ini membuat para pemain lain tersulut. Hingga akhirnya, wasit Anang Suryana terpaksa menghadiahi keduanya dengan kartu kuning.

Pancingan emosi inilah yang kemudian merembet pada permainan kedua tim. Tackling-tackling keras dilakukan para defender Persik macam Mahyadi Panggabean dan Jefri Dwi Hadi. Bahkan, Mahyadi dihadiahi kartu merah, setelah menerima dua kali kartu kuning. Kartu merah diberikan wasit, setelah Mahyadi melakukan tackling keras pada gelandang serang Persekabpas, Hariyanto di menit 44.

Keunggulan jumlah pemain, sempat membuat serangan Persekabpas lebih gencar di babak kedua. Apalagi, pelatih Abdul Muntholib memasukkan beberapa pemain bertipe menyerang. Mulai Andik Agung Harahap yang menggantikan defender Widi Susanto, M Nurdin menggantikan winger Febri, dan Panji Setyo menggantikan Ibnu Suhadak yang cedera.

Di babak kedua ini tercatat ada enam peluang yang seharusnya menjadi gol. Dua peluang dimiliki Panji Setyo, ketika lolos dari perangkap offside. Dan peluang lainnya dimiliki Ferry Liga, Andi Agung, Nurdin, dan Hariyanto. Sayang, hingga menit terakhir, gol balasan tidak tercita.

Hanya, pada saat serangan menggebu-gebu itu, Persekabpas juga harus diperkuat dengan 10 pemain. Ini setelah Zainuri mendapat kartu kuning kedua. Kartu kuning kedua ini diberikan wasit, setelah defender asal Sidoarjo ini terlihat wasit sedang menginjak tubuh Saktiawan Sinaga. Sakti sendiri seringkali memancing kemarahan Zainuri dengan kerap melakukan acting. Namun, pas nasib sial Zainuri tertangkap pandangan wasit, sedang menginjak bagian dada Saktiawan yang terjatuh setelah berebut bola dengannya.

“Perjuangan kita sudah maksimal. Teman-teman sudah berusaha untuk memenangkan pertandingan. Tapi, memang Persik punya mental juara,” ujar Heri Iswanto, kapten Persekabpas.

Dengan hasil ini, laju Persekabpas terhenti. Sementara, Persik melenggang ke babak selanjutnya. “Kami memang kalah dalam permainan. Tapi, sepak bola yang penting adalah hasil ahir,” ujar Iwan Budianto, manajer Persik, kemarin.

Kondisi Persik sendiri sebenarnya tidak full team. Mereka sama sekali tidak diperkuat pemain asing. Full lokal. Namun, pemain lokal yang sarat pengalaman, tidak mudah ditembus oleh barisan depan Persekabpas. “Saya kira ini hasil yang dramatis. Karena selain kami datang dengan pemain pas-pasan, kemenangan ini kita cetak di kandang lawan,” tegas Iwan. (day)

Sumber: jawapos.co.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: