Laskar Sakera Persekabpas

The Lassak

LUMAYAN!

Posted by fisha17 pada Agustus 6, 2008

BANTUL- Bermodal pas-pasan, namun Persekabpas mampu mengimbangi permainan tuan rumah, Persiba Bantul. Laga perdana di kancah Divisi Utama 2008 dilalui dengan lumayan. Pasukan Abdul Muntholib berhasil merebut satu poin, menyusul hasil imbang tanpa gol di Stadion Sultan Agung, Bantul sore kemarin.

Persekabpas sendiri, kemarin tanpa didampingi legiung asing. 17 pemain yang dibawa ke Bantul, semuanya adalah produk lokal. Kendati demikian, spirit yang diusung Heri Iswanto dkk tak pernah padam.

Sejak babak pertama, pasukan Abdul Muntholib mencoba bermain normal. Mereka paham karakter tuan rumah yang langsung ofensif, tidak perlu diladeni dengan serangan sporadis. Persekabpas mencoba mengatur ritme bermain bola. Pengalaman dari beberapa pemain muda macam Purwanto, Febriasnyah, Haryanto dan Ibnu Suhadak ternyata cukup menyulitkan serangan tuan rumah.

Bahkan, tiga legiun asing yang dimiliki Persiba, Valentino, Michael Ndobousi, dan Ezequiel Gonzales tidak mampu menembus barikade pertahanan The Lassak-julukan Persekabpas. “Anak-anak bermain luar biasa. Ini bukan karena hasil seri. Tapi, semangat mereka yang tak kenal menyerah, menjadikan pemain lawan frsutasi,” tegas Abdul Muntholib, pelatih Persekabpas kemarin.

Sebaliknya, hasil imbang ini menjadikan kubu Persiba kecewa. Tim asuhan Nandar Iskandar ini merasa rugi besar. The Red-julukan Persiba seakan mati kutu, setelah aliran bola yang mengarah ke pertahanan Persekabpas tidak berjalan sempurna. Pertahanan grendel yang diperagakan Heri Iswanto dkk terbukti ampuh. Ketika pemain lawan menguasai bola, dua pemain Persekabpas langsung mem-pressing dengan ketat. “Ini kerugian bagi kita. Seharusnya poin penuh bisa kita raih” keluh pelatih Persiba, Nandar Iskandar usai pertandingan kemarin.

Predikat sebagai tuan rumah seharusnya bisa meraih poin penuh. Apalagi, kondisi lawan yang dihadapi dalam kondisi tidak siap. Nandar mengungkapkan kegagalan anak asuhnya meraih poin penuh ini karena keterlambatan menemukan bentuk permainan. Sejak babak pertama, pola serangan yang dibangun anak-anak Persiba belum terpola dengan baik. “Anak-anak telambat menemukan konsep tadi. Jadi, serangannya mudah terbaca,” ujar Nandar usai pertandingan.

Pertandingan antara Persiba dan Persekabpas di Stadion Sultan Agung kemarin berjalan dengan tempo tinggi. Di babak pertama kedua tim silih berganti menyerang. Beberapa peluang emas diperoleh kedua tim. Bahkan, beberapa kali tendangan keras dari striker Persiba Indrianto Nugroho mengancam gawang Persekabpas. Namun, berhasil ditepis oleh kiper Persekabpas Ari K. Sampai jeda, keadaan tidak berubah 0-0.

Memasuki babak kedua, Nandar mencoba mengoptimalkan serangannya. Pada menit 57, peltih bertubuh subur ini memasukkan dua gelandang sekaligus yakni Mahmud Mony dan Velentino. Mahmud menggantikan Choirul Anam, sedang Valentino menggantikan Yohanes.

Masuknya kedua pemain ini ternyata cukup efektif menambah daya gedor Persiba. Terbukti, beberapa peluang emas sempat tercipta. Namum, karena rapatnya pertahanan Persekabpas sampai akhir pertandingan kedudukan imbang 0-0.

Selain itu, strategi bertahan yang diterapkan pemain Persekabpas juga menjadi faktor gagalnya Persiba mencetak gol. “Selama babak kedua Persekabpas bermain bertahan. Ini yang membuat anak-anak kesulitan mencetak gol,” paparnya. (day/sam-jpnn)

Sumber: Radar Bromo – Jawa Pos

Iklan

Satu Tanggapan to “LUMAYAN!”

  1. Elys Welt said

    sayang aku ndak bisa ngikutin acara bola di tanah air

    Lagi di Germany yah? ato dimana? enak dong bisa liat liga2 eropa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: