Laskar Sakera Persekabpas

The Lassak

Segera Libatkan Semua Komponen

Posted by fisha17 pada Juni 22, 2008

PASURUAN – Masa sulit seperti ini, pengurus Persekabpas tidak boleh hanya mengandalkan kucuran dari atas. Pengurus dituntut lebih proaktif dalam menyikapi Persekabpas ke depan. Salah satu solusinya, libatkan semua komponen, mulai pengurus anggota klub Persekabpas, pemerhati bola dan pewakilan Sakeramania duduk bersama.

H Kulub Widyono, manajer Cheil Jedang Indonesia (CJI Fc) juga ikut bersuara melihat kondisi Persekabpas saat ini. Ia menilai saat ini Persekabpas seolah tanpa darah dan nyawa. “Saya mengartikan seolah-olah pengurus Persekabpas tidak ada semangat lagi. Eman (sayang), kalau menengok prestasi Persekabpas 2007 lalu,” tegas H Kulub kemarin.

CJI Fc sendiri adalah salah satu anggota Divisi Utama Persekabpas. CJI sudah kerap malang melintang melakukan serangkaian pertandingan. Tim yang dikelola perusahaan terbesar di wilayah timur Pasuruan ini punya manajemen ciamik. Bahkan, lapangan yang ada di lapangan ini tidak kalah dengan Stadion R Soedrasono, Pogar Bangil.

Pantas, jika CJI protes dengan masa depan tim induknya yang tak jelas arah. “Ngurusi bal-balan iku ojo mung deleng jenango tok. Duduk jenang sik digoleki, tapi jeneng. (Mengurus sepak bola itu jangan hanya lihat Jenang-nya saja. Bukan jenang yang dicari, tapi nama, Red),” tegas H Kulub berilustrasi.

Jenang diilustrasikan pria asal Probolinggo ini sebagai kue yang manis. Artinya, kalau ada dana melimpah, pengurus ramai-ramai sibuk mengurusi sepak bola. Namun, giliran dana cekak, mereka terlihat adem ayem, tanpa membuat sebuah terobosan berarti. “Kami dari klub sendiri tidak pernah diajak bicara. Kalau semua dirembug bareng, saya kira ada solusi yang pas,” tegasnya.

Artinya, dengan diamnya pengurus seperti ini, maka akan terkuburlah Persekabpas untuk masa depan. Padahal, nama besar Persekabpas sudah dikenal di seluruh pelosok tanah air. Apalagi, pada 2007, tim ini pernah merebut tiket semifinal. “Terkuburnya Persekabpas ini saya kira karena tidak terorganisirnya pengurus. Padahal, kalau lihat potensi pemain, saya kira banyak kok pemain kita yang punya kualitas,” terangnya.

Karena, tidak terorganisir itulah, maka jangan heran banyak pemain asal Pasuruan yang memilih hijrah ke tempat lain. “Kalau sampai tidak ikut dan akibatnya terjun ke Divisi II, patut disayangkan. Saya kira, kita ikut saja dengan menggalang potensi yang ada,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Persekabpas Asfatah Wijaya yang dihubungi terpisah menyatakan perlu mengatur pertemuan lagi dengan pengurus inti. Pihaknya sendiri mengakui saat ini Persekabpas dalam masa-masa mengkhawatirkan. “Kami sendiri ingin, nanti ada sebuah usulan bagaimana Persekabpas ke depan. Jangan lagi kita bicara ke belakang. Rapat dengan pengurus kemarin, memang masih membicarakan masalah ke belakang, sehingga tidak ada titik temu,” tegas Fatah.

Fatah mengagendakan untuk rapat pengurus dilakukan pada Minggu malam. Usai rapat ini, pihaknya akan mengundang perwakilan klub dan unsur Sakeramania. “Saya kira mereka juga ikut andil untuk membesarkan tim ke depan,” tegasnya. (day)

Sumber: Radar Bromo – Jawa Pos

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: