Laskar Sakera Persekabpas

The Lassak

Klub Mulai Merespons Soal Keraguan Persekabpas Tampil di Divisi Utama

Posted by fisha17 pada Juni 9, 2008

PASURUAN – Aura pesimistis yang diletupkan manajemen soal keraguan Persekabpas tampil di Divisi Utama musim ini, langsung direspons banyak pihak. Beberapa di antara mereka adalah pengurus klub yang merasa pernah membesarkan Persekabpas.

“Kami menyarankan agar seluruh elemen bola di ajang berunding. Antara pengurus Persekabpas, pengurus klub dan unsur Sakeramania perlu duduk bareng membicarakan persoalan krusial ini. Jika tidak, ini akan menjadi persoalan besar” ujar Tedi, pengurus klub Persig Gading Winongan ini.

Tedi merasa saat Persekabpas melewati masa-masa sulit seperti ini, maka perlu keterlibatan banyak pihak untuk membicarakan bersama. “Pengurus sendiri jangan hanya diam, ketika melihat persoalan ini. Kami juga tidak akan tahu, kalau kami tidak pernah diberitahu,” terangnya.

Selain Tedi, banyak pengurus klub anggota Persekabpas yang juga mempertanyakan soal The Lassak yang diragukan tampil di Divisi Utama musim ini.

“Kami dari pengurus klub merasa kecewa pada manajemen Persekabpas. Mereka seolah-olah tidak bertanggung jawab. Padahal, masa pendaftaran ke PSSI sudah sangat mepet, yakni 14 Juni. Lho, kenapa baru bicara sekarang,” tegas Abu Bakar Asyegaaf, pengurus Asyabaab Bangil, klub anggota Divisi Utama Persekabpas didampingi M. Yanto, salah satu sakeramania Korwil Bangil.

Bakar sendiri adalah pengurus Persekabpas bidang pembinaan. Namun, ia merasa tidak pernah diajak berunding untuk merumuskan masa depan Persekabpas. “Kami dari klub hanya minta Persekabpas tetap ikut Divisi Utama. Apapun alasannya,” tegasnya.

Buyung Pramuko lebih keras lagi. Pengurus Putra Persada, klub anggota kelas II Persekabpas ini meminta pengurus untuk melakukan lompatan-lompatan besar. “Maksud saya, pengurus dan manajemen Persekabpas harus bicara dengan para pemegang kebijakan. Kami juga siap membantu, jika kami diajak bicara,” terangnya.

Buyung sendiri sempat mengingat-ingat perjuangan mulai Persekabpas di masa-masa sulit. Pria asal Gondang Wetan ini juga mendengar jika saat ini pengurus kurang bisa diajak berunding. “Jangan sampai ada istilah tinggal gelanggang, colong playu. Atau habis manis sepah dibuang. Beberapa pengurus klub sudah siap menggalang kekuatan untuk mempertanyakan masa depan Persekabpas ini,” tegasnya. (day)

Sumber: Radar Bromo – Jawa Pos

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: